Sriwijaya FC Raih Double Winner

Sriwijaya FC mencatat sejarah baru dengan menjadi tim pertama yang merebut gelar ganda di Indonesia setelah mengalahkan PSMS Medan 3-1 pada final Liga Djarum Indonesia (LDI) 2007 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu.

Bulan lalu, kesebelasan yang dilatih Rahmad Darmawan itu merebut gelar Copa Indonesia 2007 setelah mengalahkan Persipura melalui adu penalti pada final.

Sriwijaya unggul lebih dulu pada final LDI yang berlangsung tanpa penonton itu melalui gol yang dicetak pemain depan Obiora pada menit ke-15 setelah menerima umpan dari tendangan bebas gelandang Zah Rahan.

PSMS, yang sejak menit ke-44 bermain dengan 10 pemain setelah bek Murphy Komunple mendapat kartu merah, berhasil menyamakan skor 1-1 melalui tendangan striker James Koko Lomel pada menit ke-69.

Kemenangan Sriwijaya ditentukan melalui sundulan Keith Kayamba pada menit ke-107 memanfaatkan bola umpan tendangan pojok Alamsyah Nasution.

Zah Rahan memastikan kemenangan Sriwijaya melalui tendangan jarak jauh pada menit ke-114.

Murphy mendapat kartu kuning pertama pada menit ke-14 setelah ia menjegal gelandang Sriwijaya Zah Rahan.

Zah kemudian mengambil tendangan bebas tersebut dan menciptakan kemelut di depan gawang PSMS. Bola liar berhasil dihantam masuk ke gawang oleh Obiora dan Sriwijaya pun unggul 1-0.

Kartu merah Murphy didapat setelah ia mendapat kartu kuning kedua akibat menarik baju Obiora. Sebelumnya, pada menit ke-14, ia menerima kartu kuning pertama karena menjegal gelandang Sriwijaya Zah Rahan.

Anak-anak Medan yang dilatih Freddy Mulli itu mendapat dua peluang emas pada babak pertama namun tidak bisa menjebol gawang lawan yang dikawal Ferry Rotinsulu.

Bola sundulan Murphy pada menit ke-12 masih bisa dihalau bek Sriwijaya Slamet Riyadi di depan gawang dan bola tendangan keras striker Saktiawan Sinaga dari sudut sempit pada menit ke-40 masih bisa ditahan kiper Ferry.

Walau kekurangan satu pemain, PSMS justru bermain lebih lepas dan bisa menekan lini belakang Sriwijaya, yang justru seperti kehilangan koordinasi pada babak kedua.

Bola sundulan striker James Koko Lomel dari jarak sekitar tiga meter di depan gawang Sriwijaya pada menit ke-53 masih mengarah tepat ke kiper Sriwijaya, begitu juga tendangan keras Saktiawan Sinaga dari luar kotak penalti lima menit kemudian.

James kembali mendapat peluang pada menit ke-69 dan kali ini dia tidak menyiakannya.

Gelandang PSMS Andres Formento lolos dari jebakan offside di sisi kanan dan langsung melepas umpan silang mendatar ke kotak penalti. James yang berdiri tak terkawal langsung menghantam si kulit bundar dengan keras untuk menyamakan kedudukan 1-1.

Skor imbang bertahan hingga babak kedua berakhir sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu 2×15.

Kedua kesebelasan mendapat beberapa peluang untuk memastikan kemenangan pada babak pertama perpanjangan waktu namun tidak bisa memanfaatkannya menjadi gol.

Babak kedua perpanjangan waktu baru berjalan dua menit ketika Sriwijaya mendapat sepak pojok di sisi kiri. Alamsyah mengeksekusi tendangan itu, melayangkan bola ke kotak penalti.

Bola tersebut berhasil disambut kepala Kayamba dan kiper Markus Horison harus memungut bola dari dalam gawang untuk kedua kalinya.

Blunder Markus, yang maju ke gawang lawan dalam sebuah sepak pojok pada menit ke-114, membuat Sriwijaya berhasil menambah gol melalui tendangan jarak jauh Zah Rahan.

%d blogger menyukai ini: