Warga Lahat Temukan Uang Logam Kuno

Dikutip dari kompas.com

Warga Desa Payo dan Tanjung Pinang, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat di Sumatera Selatan, Kamis, menemukan puluhan keping uang logam yang diperkirakan berumur ratusan tahun di dalam Sungai Lematang.

Uang logam berukuran sebesar uang logam Rp100 itu kondisinya masih utuh, meskipun ada bagian yang mengalami kerusakan akibat termakan usia dan faktor alam.

Uang logam yang diperkirakan berbahan tembaga dan perak itu, bertulis aksara Belanda dan Arab, ditemukan warga saat menambang pasir di aliran Sungai Lematang Desa Payo, Kecamatan Merapi Barat.


Uang pecahan yang ditemukan di pinggir aliran Sungai Lematang itu merupakan pecahan 2,5 cent dan 0,5 gulden.

Penemuan berawal saat salah seorang warga yang berprofesi sebagai pengumpul batu menemukan sekeping uang logam, kemudian pencarian dilanjutkan sehingga berhasil menemukan puluhan keping lainnya terkubur di antara batu-batu kali tersebut.

Pada uang logam itu tertulis tahun pembuatan 1857, 1862, dan 1858. “Bahasa yang digunakan tulisan Arab, ada juga tulisan Belanda dengan berbahan tembaga, kalau yang besar warnanya kuning dan yang berukuran kecil terbuat dari perak.

Ada juga pada uang pecahan 0,5 gulden, bertuliskan Wilem III Koning, Derned G.H.V.L, Munt Van Het Koninkrijk der Nederlanden, dan bergambar seseorang menggunakan mahkota kerajaan. Sedangkan uang pecahan 2,5 cent, satu sisi mata uang bertulis huruf Arab, dan di sisi satunya bertuliskan Nederlandsch Indie.

Camat Merapi Barat, Zulkarnain membenarkan, memang ada warga setempat yang menemukan uang logam yang diperkirakan peninggalan zaman penjajahan Belanda itu.

“Kami sudah melaporkan adanya warga yang menemukan tumpukan uang logam zaman Belanda, untuk dilakukan penelitian lebih lanjut,” ujar dia.

Arkeolog dari Balai Arkeologi Palembang, Kristantina mengungkapkan, mungkin saja di daerah tersebut pada zaman penjajahan Belanda dipakai sebagai jalur perdagangan, sehingga kapal-kapal dagang melalui Sungai Lematang membawa dagangannya.

“Diperkirana umur uang logam itu sekitar 250 tahun atau 2,5 abad. Pada masa itu sudah menggunakan mata uang tersebut dalam pertukaran dagang di daerah ini,” ujar dia.

Hanya saja, kata dia, tidak diketahu pasti penyebab jatuh puluhan uang tersebut di sana. Mungkin saat itu kapal dagang tersebut tenggelam di sekitar situ atau uang logam tersebut karena sesuatu hal terbawa hanyut di Sungai Lematang.

7 Tanggapan

  1. postingan nya nmbh pengetahuan saya .
    terimakasih .

  2. itulah politik belande jaman dulu.duit betulisan arab arti bahase belande.pintar..

  3. hm…selalu penemuan di air…ada benarnye menjadi jalur dagang,wajar be,perasaan aku dulu masih kecik tahun 90an sungai lematang tu besak tegalaww….

  4. ay titu di dusun kami desa suka marga.di temukanye …

  5. apakabr bro bujanglahat? lama tak berkunjung..wah tambah rame aja neh blog, tp mana psotingan nya lagi?hehe

  6. bagi dunk buat koleksi ane..hehe :p

  7. endung kaye ngejut kalu mang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: